MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • MILITER DUNIA/
  • Jenderal Top Marinir Si Anjing Gilla Diam-diam Terlibat Perang Yaman
VIVA Militer: Jenderal James Mattis

Jenderal Top Marinir Si Anjing Gilla Diam-diam Terlibat Perang Yaman

Kamis, 8 Februari 2024 – 17:20 WIB

VIVA – Sebuah fakta terkait sosok yang secara senyap terlibat dalam konflik bersenjata antara Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman, akhirnya terbongkar. Ternyata, aktor penting dalam perang yang sudah berlangsung hampir 10 tahun itu adalah jenderal top Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).

Baca Juga :

Haidar Alwi Duga Ada Keterlibatan Intelijen Asing Jelang Pemilu di Indonesia

Sosok tersebut tak lain adalah Jenderal James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) ke-26 di era kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Russia Today, keterlibatan Mattis dimulai pada 2015 silam. Saat itu, jenderal Amerika berjuluk Mad Dog (Anjing Gila) diminta Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengisi jabatan penasihat militer.

Baca Juga :

Markas Juara Liga Arab Saudi Memanas, Benzema Ribut dengan Pelatih Al Ittihad

Dalam laporan lain yang dilansir VIVA Militer dari Washington Post, Mattis ternyata sudah memiliki kedekatan dengan Syekh Mohamed bin Zayed al-Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi saat itu yang sekarang menjadi Presiden UEA.

VIVA Militer: Jenderal James Mattis

Baca Juga :

Gawat, Pesawat Tempur Rusia Bombardir New York

Kedekatan dengan Mohamed bin Zayed (MBZ) sudah terjalin sejak 2011, saat Mattis menjabat sebagai Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Mattis mendapat kontak dari Mohammed bin Zayed, saat Arab Saudi memulai kampanye militer untuk menghadapi milisi Houthi Yaman.

Tepatnya Juni 2015, Mattis dikabarkan mengajukan izin kepada Departemen Luar Negeri dan Marinir untuk menerima pinangan UEA sebagai penasihat militer dalam hal operasional, taktis, dan informasi, dalam perang melawan milisi pimpinan Abdul Malik al-Houthi di Yaman.

“Pensiunan Jenderal Marinir Amerika Serikat James Mattis dipekerjakan pada tahun 2015 untuk memberi nasihat kepada Uni Emirat Arab, tentang kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman,” bunyi laporan Washington Post.

Dua tahun berselang, Mattis ternyata mendapat perhatian dari Donal Trump yang baru saja terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. 

VIVA Militer: Jenderal James Mattis dan Syekh Mohamed bin Zayed

Mantan Komandan Komando Pasukan Gabungan Amerika Serikat (USJFCOM) itu diminta Trump untuk memimpin Pentagon, dan akhirnya ia resmi memegang jabatan sebagai Menteri Pertahanan AS pada 20 Januari 2017.

Akan tetapi, selama dua tahun menjadi orang nomor satu di Departemen Pertahanan AS (DoD) Mattis sama sekali tidak pernah mengungkap perannya dalam Perang Arab Saudi melawan Houthi.

Mattis bahkan menyembunyikan pekerjaannya di UEA saat melaporkan harta kekayaan dan riwayat pekerjaan, saat akan diangkat menjadi Menteri Pertahanan AS. Hal ini juga dilakukannya saat ia menyebutkan memoarnya pada 2019.

Keberadaan Mattis dianggap Houthi secara luas sebagai sokongan Amerika terhadap Arab Saudi. Hal tersebut yang menjadi alasan, milisi yang berbasis di Yaman ini kerap menunjukkan resistensi terhadap AS. Disamping, afiliasi antara Houthi dengan Iran.

VIVA Militer: Donald Trump dan Jenderal James Mattis

Seperti yang diketahui, saat ini Houthi masih memblokade Laut Merah dan perairan di sekitarnya terhadap kapal-kapal komersial yang berafiliasi dengan Israel, AS dan negara-negara Barat.

Houthi kerap menyerang kapal komersial dan kapal perang yang melintas di perairan internasional itu, untuk memaksa Israel menghentikan agresinya di Gaza, Palestina. Selain itu, tindakan Houthi juga bertujuan memaksa AS menyetop dukungannya terhadap negara zionis itu.

Halaman Selanjutnya

“Pensiunan Jenderal Marinir Amerika Serikat James Mattis dipekerjakan pada tahun 2015 untuk memberi nasihat kepada Uni Emirat Arab, tentang kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman,” bunyi laporan Washington Post.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21