Kalau lihat fotonya sekilas, tempat ini kayak bukan di Bumi, melainkan lokasi syuting film tentang kehidupan di Mars. Namanya Gurun Atacama, berada di bagian utara Chile. Lanskapnya dipenuhi tanah tandus, bebatuan, bukit-bukit kering, dan hampir nggak ada tanaman hijau yang kelihatan. Yang bikin makin gila, Atacama memang sering dijadikan “analog Mars” oleh para ilmuwan karena kondisi lingkungannya punya sejumlah kemiripan dengan permukaan Planet Merah. NASA bahkan menggunakan wilayah ini untuk menguji teknologi dan mempelajari bagaimana kehidupan bisa bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrem.
1. Salah satu tempat terkering di Bumi
Atacama dikenal sebagai gurun non-kutub terkering di dunia. Kondisinya yang sangat minim air membuat permukaannya terlihat begitu gersang dan “mati”. Justru karakter inilah yang menarik perhatian ilmuwan ketika ingin mempelajari lingkungan Mars.
2. Tanahnya punya kemiripan dengan kondisi Mars
Bukan cuma soal pemandangan. Komposisi tanah, tingkat kekeringan, serta lingkungan yang sangat miskin kehidupan membuat beberapa bagian Atacama cocok digunakan sebagai analog untuk penelitian Mars. Bahkan rover dan instrumen pencari kehidupan pernah diuji di kawasan ini.
3. Cahaya Mataharinya ekstrem
Atacama menerima radiasi ultraviolet yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membantu ilmuwan memahami bagaimana organisme dan material permukaan dapat bertahan ketika terpapar lingkungan yang keras. Mars sendiri juga memiliki permukaan yang menerima radiasi Matahari secara langsung karena atmosfernya jauh lebih tipis dibanding Bumi.
4. Kehidupan di sana benar-benar terbatas
Walaupun kelihatannya benar-benar steril, bukan berarti Atacama sama sekali tidak memiliki kehidupan. Mikroorganisme tertentu masih mampu bertahan di lingkungan ekstrem tersebut. Hal ini justru menarik bagi astrobiolog karena memberikan gambaran tentang kemungkinan bentuk kehidupan sederhana yang mungkin bertahan di lingkungan Mars.
5. Rover bisa latihan di sini sebelum menuju planet lain
Atacama juga menjadi semacam “lapangan latihan” bagi teknologi eksplorasi. Para peneliti dapat menguji rover, alat pengeboran, sistem pengambilan sampel, hingga instrumen pendeteksi tanda-tanda kehidupan tanpa harus mengirimkannya langsung ke Mars. Jadi, sebelum robot benar-benar bekerja jutaan kilometer dari Bumi, kondisinya bisa dites dulu di tempat yang lebih dekat.
Yang menarik, kemiripan Atacama dengan Mars bukan sekadar karena warnanya yang kecokelatan atau lanskapnya yang gersang. Di beberapa lokasi, permukaan batu dan tanah terbuka tanpa banyak vegetasi sehingga proses geologinya lebih mudah diamati. Lingkungan gurun yang sangat kering juga memungkinkan para ilmuwan mempelajari bagaimana material di permukaan berubah ketika hampir tidak mendapatkan air. NASA bahkan mencatat bahwa lingkungan seperti Atacama dapat membantu memahami bagaimana kehidupan atau jejak kehidupan bisa bertahan dan terawetkan dalam kondisi ekstrem. Jadi, meskipun manusia masih harus menempuh perjalanan luar biasa jauh untuk benar-benar menginjak Mars, sebagian “rasa Mars” ternyata sudah tersedia di Bumi.
Jadi, kalau suatu hari melihat foto Atacama dan mengira itu hasil jepretan rover di Mars, jangan langsung percaya. Bisa saja itu masih Bumi—tepatnya salah satu gurun paling ekstrem yang kita punya. Dan lucunya, tempat yang kelihatan seperti dunia asing ini justru membantu manusia mempersiapkan diri untuk benar-benar menjelajahi dunia lain.