Kalau lihat foto danau dengan air berwarna pink, hijau, merah, atau bahkan kecokelatan, reaksi pertama mungkin, “Ini mah editan Photoshop.” Tapi ternyata nggak selalu begitu. Di dunia nyata, memang ada danau yang warna airnya bisa berubah secara alami. Salah satu contoh paling menarik adalah Lonar Lake di India, yang pernah mengalami perubahan warna dari hijau menjadi merah muda dalam waktu hanya beberapa hari. Fenomena ini bukan sulap, bukan filter Instagram, dan bukan hasil editan, melainkan hasil dari kondisi kimia serta kehidupan mikroorganisme yang hidup di dalam air.
1. Airnya Bisa Berubah dari Hijau ke Pink
Lonar Lake biasanya memiliki warna kehijauan, tetapi pada Juni 2020 permukaannya berubah menjadi merah muda hingga kemerahan. Perubahan tersebut terjadi cukup cepat sehingga menarik perhatian ilmuwan dan bisa diamati melalui citra satelit. Penelitian menunjukkan kemunculan mikroorganisme pencinta garam atau halophilic microbes berperan besar dalam perubahan warna tersebut.
2. Biang Warnanya Bukan Cat, tapi Pigmen Mikroorganisme
Beberapa mikroorganisme seperti kelompok Haloarchaea mampu menghasilkan pigmen berwarna merah-oranye. Pigmen bernama karotenoid inilah yang dapat membuat permukaan air terlihat kemerahan atau pink ketika jumlah mikroorganismenya meningkat drastis. Jadi, kalau dilihat dari jauh memang seperti ada yang menuangkan pewarna makanan ke danau, padahal sebenarnya “pasukannya” adalah mikroba berukuran mikroskopis.
3. Garam Tinggi Jadi Faktor Penting
Lonar Lake merupakan danau yang sangat asin sekaligus sangat basa. Kondisi ekstrem seperti ini justru menjadi tempat yang cocok bagi mikroorganisme tertentu untuk berkembang. Ketika air semakin pekat akibat penguapan dan salinitas meningkat, mikroorganisme yang tahan terhadap kadar garam tinggi bisa berkembang lebih banyak dan menghasilkan warna yang semakin terlihat.
4. Danau Pink Lain Juga Punya Cerita Serupa
Lonar bukan satu-satunya danau dengan warna unik. Lake Hillier di Australia terkenal dengan warna pink-nya yang mencolok. Penelitian terhadap ekosistemnya menemukan berbagai mikroorganisme penghasil pigmen, termasuk bakteri dan archaea. Artinya, warna pink pada danau bukan fenomena yang cuma terjadi sekali di satu tempat.
5. Warna Danau Bisa Jadi “Kode” Kondisi Lingkungan
Warna air sebenarnya bisa memberi petunjuk mengenai apa yang sedang terjadi di sebuah ekosistem. Suhu, curah hujan, jumlah organisme, kandungan mineral, hingga perubahan volume air dapat memengaruhi warna danau. Penelitian terhadap puluhan ribu danau di dunia bahkan menunjukkan bahwa warna danau berkaitan dengan kondisi iklim, bentuk cekungan, serta perubahan lingkungan.
Yang bikin fenomena ini makin menarik adalah perubahan warna tersebut bisa menjadi semacam “sinyal alam”. Ketika suhu meningkat dan air semakin banyak menguap, kadar garam bisa ikut naik. Kondisi itu kemudian mengubah lingkungan hidup di dalam danau dan memungkinkan mikroorganisme tertentu mendominasi. Pada Lonar Lake, perubahan warna pada 2020 bahkan dapat dideteksi menggunakan pengamatan satelit. Jadi, dari luar angkasa pun perubahan biologis yang terjadi di permukaan danau bisa terlihat.
Pada akhirnya, kalau suatu saat kamu melihat foto danau berwarna pink di media sosial, jangan buru-buru nuduh Photoshop. Alam memang punya “filter” sendiri yang jauh lebih keren. Perubahan warna danau ternyata bisa menjadi hasil interaksi antara mikroorganisme, garam, suhu, air, dan kondisi lingkungan—bukti kalau dunia nyata kadang memang terlihat seperti hasil editan.